JELAJAH

Minggu, 19 Januari 2020

REVIEW SUMMER IN SEOUL

IDENTITAS BUKU

  • Judul Buku           : Summer in Seul
  • Penulis                 : Ilana Tan
  • Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
  • Jumlah Halaman  : 171 hlm
  • Tahun Terbit        : 2006
  • Nomor Edisi Terbit : ISBN 979-22-2460-2


SINOPSIS

Banyak hal dapat terjadi dalam kehidupan ini, baik yang direncanakan maupun tidak.  Terkadang hal yang tak pernah kita bayangkan dapat terjadi dalam hidup ini. Begitu pula yang dialami oleh Sandy dan Tae-Woo.
Hari itu, hari dimana suasana hati Sandy terasa sangat penat, dan otaknya tak mampu berkompromi. Ntah kenapa, hari itu serasa sangat melelahkan dan menyebalkan. Sandy tidak menyadari bahwa sepanjang hari dirinya tidak membawa dompet. Pada hari yang sama handphone  miliknya tertukar dengan pria asing di toko.
Reputasi seorang artis bisa dikatakan sebagai hal yang sangat penting bagi kehidupan artis tersebut. Terutama seorang penyanyi terkenal yang akan meluncurkan album terbarunya, seperti Jung Tae-Woo. “Dua minggu lagi album terbarumu akan diluncurkan. Aku takut rumor ini memengaruhi penjualan albummu nantinya.” Kata Park Hyung-Shik. Beredarnya gosip bahwa Tae-Woo adalah seorang gay membuat dirinya dan manajernya mencari cara untuk meghilangkan gosip tersebut.  

Menyadari handphone-nya tertukar, Sandy menelpon nomornya dan pergi ke alamat yang diberikan kepadanya untuk mengambil handphone tersebut. Tidak tega membiarkan Sandy pulang sendiri di tengah larutnya malam, maka kedua lelaki yang berada di rumah mewah itu mengantarkan Sandy pulang. Sandy tahu bahwa salah satu dari lelaki itu adalah artis terkenal. Namun, malam yang sangat melelahkan itu membuat Sandy bertindak seakan dia hanya berjumpa dengan orang biasa, bukan artis. Pertemuan singkat malam itu rupanya menjadi bahan berita bagi wartawan. Keesokan harinya muncul berita bahwa Tae-Woo telah memiliki kekasih, wanita misterius.   
Tanpa direncanakan oleh Sandy, sekali lagi dirinya harus berjumpa dengan artis itu. Bukan untuk mengambil handphone yang tertukar, tetapi Mister Kim menyuruhnya untuk mengantarkan pakaian Tae-Woo. Perjumpaan mereka kali ini menghasilkan sebuah kesepakatan, yaitu pacar dalam foto. Tae-Woo meminta bantuan Sandy untuk berfoto dan berpura-pura sebagai kekasihnya. Tentunya hal ini dilakukan untuk mematahkan gosip bahwa Tae-Woo adalah gay.
 Rencana berjalan dengan lancar. Beberapa foto yang Park Hyun-Shik ambil dan beredar di tabloit-tabloit setidaknya telah menyingkirkan gosip gay  yang menimpa Tae-Woo. Sandypun menepati janjinya untuk tidak memberitahukan kesepakatan tersebut pada siapapun. Hingga suatu saat Kang Young-Mi, sahabatnya, mengetahui rahasia tersebut.
Kesepakatannya hanya untuk berfoto. Tae-Woo sedikit melanggar kesepakatan tersebut. Dia meminta Sandy untuk menemani dirinya berbelanja di sebuah toko. Akan ada acara jumpa penggemar, dan mereka berada di toko itu untuk membeli beberapa hadiah untuk penggemar Tae-Woo. Bros, Sandy memberikan saran untuk membeli bros. Namun, akhirnya mereka membeli sepuluh topi untuk penggemar dan satu buah syal untuk Tae-Woo kenakan pada acara jumpa penggemar. Pada jumpa penggemar empat tahun lalu, Tae-Woo telah memberikan bross sebagai hadiah untuk penggemarnya. Maka dari itu, mereka tidak membeli bross untuk jumpa penggemar kali ini.
Tidak tahu apa yang dirasakan Tae-Woo. Mendengar berita di televisi yang menyiarkan kebakaran di apartemen tempat Sandy tinggal, dia langsung pergi dengan sesegera mungkin untuk memastikan keadaan Sandy. Semua terbakar, habis, tidak tersisa. Matanya tertuju pada seorang gadis yang berdiri agak jauh dari kerumunan dengan mengenakan piama dan syal di lehernya. Gadis itu tampak linglung, wajahnya kotor, terlihat rasa takut di matanya dan tubuhnya gemetar. Tae-Woo merasa khawatir melihat keadaan Sandy saat itu. Lalu Sandy mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Mendengar hal itu dan tanpa berfikir panjang, Tae-Woo memeluk Sandy. Park Hyun-Shik dan Jung Tae-Woo menyuruh Sandy untuk tinggal di rumah Tae-Woo, setidaknya hingga Sandy mendapatkan tempat tinggal yang baru. Rumah Tae-Woo cukup besar, lagipula ada kamar kosong di rumah itu.
Orang tua Sandy mengetahui gosip bahwa Sandy memiliki hubungan dengan artis Korea itu. Sandy telah mejelaskan bahwa itu semua hanya pura-pura dan tidak ada hubungan khusus antara dirinya dengan artis itu. Namun, tetap saja orang tua Sandy tidak menyukai hal tersebut. Terlebih lagi hal-hal yang berhubungan dengan artis itu. Orang tua Sandy mengingatkankannya akan peristiwa empat tahun lalu yang menimpa Lisa, saudara Sandy.
Suatu malam, beberapa jam sebelum hari ulang tahun Sandy. Tae-Woo menyiapkan kejutan manis untuk Sandy. Tae-Woo tahu bahwa Sandy merasa tertekan dengan banyak hal yang dialami Sandy. Selain itu, Tae-Woo juga ingin berterima kasih atas semua bantuan yang Sandy berikan untuknya. Maka dari itu, Tae-woo berusaha membuat Sandy merasa bahagia di saat-saat menjelang hari ualang tahunnya. Dimulai dari bunga mawar, makan malam yang menyenangkan, kembang api yang sangat indah dan hadiah dari Tae-Woo. Sebuah handphone dengan model dan nomor yang sama dengan milik Sandy sebelumnya, yang tidak sempat dia selamatkan ketika peristiwa kebakaran itu terjadi. Diakhiri dengan permainan piano oleh Tae-Woo.
Terdapat banyak makanan yang disajikan di dapur. Dengan mengenakan celemek dan sarung tangan tahan panas, Sandy memindahkan makanan ke meja. Ada beberpa hal yang patut dirayakan pada hari itu, yaitu kedatangan Tae-Woo dari Jepang, tepat satu bulan sejak pertamakali mereka bertemu, dan apartemen baru Sandy.
Perjanjian untuk menghapus gosip gay, sepertinya Tae-Woo mulai lupa dengan kesepakatan itu. Tae-Woo mulai merasakan sesuatu di hatinya. Dia tidak ingin Sandy pergi. Tae-Woo mulai menyukai Sandy, dan dia megatakan hal tersebut pada Sandy. Entah apa yang ada pada pikiran dan hati Sandy, namun dia berharap itu semua hanya candaan. “Terima kasih karena menyukaiku.” Mereka tidak bertemu untuk beberapa waktu, dan hal itu menyiksa hati Tae-Woo. Tae-Woo tahu pasti bahwa dia merindukan Sandy.
Tersebar gosip bahwa Sandy hanya ingin balas dendam terhadap Tae-Woo. Balas dendam untuk kematian kakaknya, Lisa. Lisa yang mati karena tertabrak oleh mobil Tae-Woo empat tahun lalu pada acara jumpa penggemar.
Penggemar Tae-Woo memberikan respon yang beragam terhadap Sandy. Ada yang memperlakukannya dengan sopan. Namun, ada pula yang memperlakukannya dengan tidak menyenangkan.
Merasa sangat tertekan dengan semua hal yang dihadapinya, Sandi memutuskan untuk menenangan diri dengan pulang ke rumah orang tuanya di Jakarta, Indonesia. Dia berencana hanya sepuluh hari di Jakarta. Namun, kecelakaan menimpanya ketika akan kembali ke Korea. Mendengar hal itu, Young-Mi segera menghubungi Tae-Woo. Pikiran Tae-Woo menjadi sangat kalut ketika dia mendengar kabar tentang Sandy. Dengan segera dia mengajak manajernya untuk pergi ke Jakarta.
Tubuh itu lemas tak berdaya, terbaring di ranjang rumah sakit. Tae-Woo memadang Sandy dengan tatapan yang begitu tulus dan penuh cinta. Salah satu tangan Tae-Woo menggenggam tangan Sandy. Sesekali dia menyentuh wajah Sandy dengan jemarinya. Dia berharap gadis yang dicintainya itu segera sadarkan diri. Tae-Woo berbisik pada Sandy, “Sarang hae.”
Tae-Woo berada di Jakarta selama beberapa hari. Dia tidak ingin meninggalkan Sandy yang masih terbaring di rumah sakit. Bahkan artis korea itu meninggalkan sederet jadwalnya. Hal itu membuat manajernya harus menata ulang seluruh jadwal Tae-Woo.
Tae-Woo terus menemani Sandy, tanpa memikirkan tubuhnya sendiri yang memerlukan istirahat. Lalu dia menyadari bahwa Sandy mulai menggerakan tangannya, gadis itu mulai tersadar. Ketika Sandy mulai membuka matanya, orang pertama yang dia lihat tentunya adalah Tae-Woo. Sandy memandang Tae-Woo dan mengatakan sesuatu padanya. Tae-Woo mendekatkan telinganya, dan dia mendengar Sandy berkata, “Aku rindu padamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW KAPAN JADIAN?

Judul                            : Kapan Jadian? Penulis                          : Almaidah Swan Jumlah Halaman           : 276 hlm N...