Judul : Kapan Jadian?
Penulis : Almaidah Swan
Jumlah
Halaman : 276 hlm
Nomor : ISBN
978-602-7999-76-3
Penerbit : Zettu
SINOPSIS
Regina, seorang gadis yang memiliki
ketakutan akan sebuah pernikahan. Baginya pernikahan adalah ketidakbebasan.
Semua orang akan berubah setelah menikah. Sikap manis ketika pacaran, atau
bahkan ketika PDKT, semua itu akan hilang ketika masuk dalam pernikahan. Itulah
yang ada dalam benak Regina.
Ketakutannya terhadap lelaki membuat dia
tidak tertarik menjalin hubungan dengan lelaki, kecuali dengan Radika. Radika
adalah satu-satunya lelaki yang mampu menembus dinding tebal pada hati Regina.
Namun, sekian kali Radika mengajak Regina menikah, sekian kali pula Regina
menolak ajakkan itu.
Ketakutan Regina terhadap pernikahan
kian menjadi-jadi lantaran kakaknya, Luna, mengalami kekerasan rumah tangga
pada usia pernikahan yang terbilang dini. Suami Luna berubah secara drastis.
Sebelum menikah dia, Ardian, selalu memperlakukan Luna dengan baik. Tidak
seperti setelah menikah.
Lulus dari perguruan tinggi, Regina
memulai magang di salah satu perusahaan desain ternama, yaitu “Queen”. Sederet
orang penting mempercayakan gaun mereka di perusahaan ini. Karirnya nyaris
suram, lantaran salah seorang model marah kepada Regina dan membatalkan
kesepakatan untuk tampil pada acara yang sangat penting. Pemilik perusahaan
mengambil keputusan dengan cepat, dia meyuruh Regina untuk bertanggung jawab
dengan cara perperan sebagai model. Alhasil mereka tidak mendapatkan juara
desain terbaik tahun ini, namun mereka mendapat juara model terbaik tahun ini.
Regina dan Radika sama-sama disibukkan
dengan pekerjaan masing-masing, mereka nyaris sulit untuk mengahabiskan waktu
bersama. Regina mulai merasa Radika sedikit berubah. Radika meyakinkan Regina
bahwa dimana pun dan apapun yang Radika lakukan, itu adalah untuk Regina. Hal
tersebut dibuktikan Radika dengan memberika surprise saat ulang tahun Regina.
Mimpi buruk yang selama ini menghantui
Regina kembali muncul. Sosok lelaki yang diyakininya sebagai ayahnya berusaha
untuk membunuh Regina. Beberapa kali mimpi itu datang. Suatu ketika Regina
berusaha mencari tahu sosok ayah kandungnya. Mencari tahu sebuah jawaban dari
pertanyaan yang tidak pernah dijawab oleh Ibu dan Kakaknya.
Radika pernah mengatakan akan melamar
Regina, dan Regina meminta Radika menunggu hingga magangnya usai. Akhirnya masa
magang itu telah usai, Radika dan orang tuanya beserta keluarga besar Radika
datang ke rumah Regina untuk melamarnya. Regina terkejut akan hal itu.
Reginapun marah dan pergi keluar meninggalkan orang banyak.
Regina nampak murung di kantor.
Teman-temannya berusaha menghibur, namun tidak berhasil. Cantika yang tidak mengetahui alasan Regina murung, tiba-tiba menceritakan kisah cintanya.
Cantika berkali-kali dilamar oleh kekasihnya, namun Cantika mengundur-undur
demi mencapai tingkat karir yang lebih baik. Cantika bercerita bahwa dia
menyesal telah menunda-nunda untuk menerima lamaran itu. Kini kekasihnya telah
tiada. Tidak akan ada lagi lamaran dari pria yang sama.
Akhirnya Regina menemukan jawaban
tentang ayah kandungnya dari Bu Diana, teman lama ibunya. Regina memenui
ayahnya di penjara, namun Ayahnya bersikeras berkata bahwa Regina adalah anak
haram, bukan anak kandungnya.
Ayah Regina kabur dari penjara dan
datang ke rumah Regina. Dia kembali berusaha untuk membunuh Regina, karena
masih beranggapan Regina bukan anaknya. Luna berusaha menangkan ayahnya.
Adrianpun berusaha ambil bagian dengan memperkenalkan diri sebagai sebagai
menantunya. Radika yang sempat ditelpon oleh Regina, mendengar suara
pertengakaran dan ancaman pembunuhan datang ke rumah Regina dengan menghubungi
polisi terlebih dahulu. Radika memukul Ayah Regina dan berusaha melepaskan
Regina. Radika tertusuk pisau yang dibawa ayah Regina.
Radika dilarikan ke rumah sakit. Regina
benar-benar sedih dan takut kehilangan Radika. Mama Radika menjelaskan pada
Regina bahwa Radika benar-benar mencintai Regina. Radika tidak pernah
membiarkan Regina terluka walau hanya sedikit. Bahkan gajinya selama bekerja
diproyek ditabung untuk masa depannya dengan Regina. Radika hidup hanya dengan
hasil memberikan les privat. Berhubung lamaranna ditolak, tidak jadi menikah
dengan Regina, Radika menyumbangkan uang tabungan itu ke sebuah Panti.
Regina meminta Radika untuk bangun. Regina
berkata bahwa dia bersedia menikah dengan Radika, asal Radika bangun.
Teman-teman kantor Regina datang ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Radika
dan memberi semangat untuk Regina.
Akhirnya Regina menikah dengan Radika.
Pernikahan itu disambut bahagia oleh banyak orang. Pada akhirnya Radika selaku
PDKT Seumur hidup dengan Regina.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar