IDENTITAS BUKU
- Judul Buku : Autumn in Paris
- Penulis : Ilana Tan
- Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
- Jumlah Halaman : 121 hlm
- Tahun Terbit : 2007
- Nomor Edisi Terbit : ISBN 979-22-3030-0
ULASAN
Pada tulisan kali ini, saya akan menuliskan tentang tiga tempat yang saya sukai dari novel Autum in Paris.
Puncak Arc de
Triomphe
Menurut Tara, puncak Arc de
Triomphe adalah puncak yang sangat indah. Bukan hanya bagi Tara, Sebastien pun
sangat menyukai puncak Arc de Triomphe. Dan kini, Tina mulai menyukai puncak Arc
de Triomphe. Tara dan Sebastien suka sekali ke tempat itu, karena puncak Arc de
Triomphe adalah yang terbaik. Walau kebanyakan orang lebih menyukai puncak
menara Eiffel.
Sekilas puncak Arc de
Triomphe sama halnya dengan puncak-puncak lainnya. Tetapi tidak bagi Tara. Puncak
Arc de Triomphe menyajikan pemadangan
kota Paris yang indah. Terlebih lagi saat malam hari. Di puncak Arc de Triomphe
yang tinggi, kita akan merasakan kedamaian. Puncaknya yang berada jauh dari
peradaban memberikan sensasi yang berbeda. Ketika Tara ataupun Sebastien mulai
stres atau penat dengan segala masalah dalam kehidupan, puncak Arc de Triomphe
adalah tempat pelarian bagi mereka. Tidak hanya itu, puncak Arc de Triomphe
telah menjadi saksi bisu banyaknya kisah yang terjadi dalam hidup Tara. Dia dan
Tatsuyapun memiliki kisah di puncak Arc de Triomphe.
Andai saja aku berada di
negara itu. Andai saja aku berada di kota itu. Andai saja aku tinggal di dekat
puncak itu. Atau... Andai saja puncak itu ada di daerah tempat tinggalku.
Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama, seperti yang Tara lakukan. Pergi
ke puncak Arc de Triomphe untuk menenangkan hati dan pikiranku. Tempat seperti
itu adalah tempat yang tepat untuk menjauh dari semua problematika kehidupan,
walau hanya sesaat. Setidaknya aku bisa sedikit merasakan kelegaan dalam hatiku
dengan meninkmati keindahan kota dari tempat yang sangat tinggi.
Membayangkan diri ini berada
di puncak Arc de Triomphe. Seakan berada di atas awan. Merasakan setiap
hembusan angin, yang seakan membelai jiwa ini. Membawa ku terbang,
berangan-angan agar semua masalah hidup tidak pernah ada. Ketika mulai membuka
mata, aku akan melihat keindahan kota Paris. Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi
kota pada malam hari, turut menenangkan hati. Tetapi dibalik sejuta keindahan
puncak Arc de Triomphe, tempat ini juga memberitahukan satu hal penting padaku.
Keindahan puncak Arc de Triomphe tidak akan pernah menyembunyikan kenyataan.
Ketika kita berada di puncak
yang tinggi, tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan kembali turun. Namun, pilihan
cara untuk turun ada pada tangan kita. Terjun bebas terjatuh dari puncak, atau
turun melalui setiap jalan yang kita tempuh saat kita naik ke puncak.
Kelab La Vue
Kelab La Vue, siapa yang
tidak tertarik dengan kelab ini? Kelab La Vue yang merupakan kelab mewah di
kota Paris. Sebenarnya ada beberapa tempat yang menarik, seperti kafe-kafe yang
menjadi saksi bisu berbagai kisah dalam “Autumn in Paris”. Namun, La Vue hadir
dengan menyajikan kisah yang istimewa dan tak terlupakan.
Aku menyukai La Vue karena
kelab ini adalah kelab yang kembali mempertemukan Tatsuya dengan Tara. Pertemuan
kembali pada hari yang sama. Bayangkan saja, ketika kita berjumpa dengan
seseorang, dan kita jatuh cinta pada pandangan pertama. Lalu kita berjumpa kembali
dengan seseorang itu pada hari itu pula di sebuah kelub. Bukan hanya berjumpa
kembali, tetapi berada di dekatnya, melihat wajahnya dari dekat, dan berbicara
dengannya. Aku yakin bahwa kita akan sangat bahagia dan mengenang kelab itu walau
seseorang itu tidak menyadarinya, karena sedang mabuk.
Kedua, hari ulang tahun Elise
yang dirayakan di Klub La Vue, milik ayah Tara, telah menyajikan beberapa
kisah, yaitu Tara yang merasakan cemburu karena Juliette yang terlihat dekat
dengan Tatsuya dan kenyataan bahwa Tatsuya dengan orang yang sangat dia cintai,
Tara, adalah saudara satu ayah. Sebuah kenyataan yang sangat menyakitkan. Aku
membayangkan jika diriku adalah Tatsuya. Mungkin saat itu aku akan memilih
untuk tidak hadir di La Vue saat pesta ulang tahun Elise.
Ketiga, kelab La Vue
merupakan tempat favorit Tara, selain puncak Arc de Triomphe. Bagaimana tidak?
Setiap kali Tara merasakan stres atau depresi, dia selalu pergi ke tempat itu.
Meneguk begitu banyak minuman demi membalaskan rasa kesal di hatinya, hingga
dia kehilangan kesadaran.
Keempat, La Vue menjadi
istimewa karena adanya sosok Hugo, maksudku Edouard. Dia selalu mengingatkan
Tara saat Tara sudah mulai mabuk. Ya, bartender botak itu juga telah mengambil
perhatianku. Rasanya La Vue tidak akan lengkap tanpa Edouard yang ramah itu.
Jika aku menjadi Tara,
mungkin aku juga akan sering sekali ke kelab La Vue. Karena kelab itu adalah
milik ayahku sendiri. Tidak perlu pusing-pusing untuk sekedar nongkrong. Jika
ingin mengadakan pestapun bisa diadakan di La Vue.
Kamar Apartemen Tatsuya di Tokyo
Hanya sesaat, namun kisah
sesaat di kamar apartemen Tatsuya telah membangkitkan sejuta gejolak jiwa. Ya,
memang hanya sedikit bagian dari “Autum in Paris” yang mengambil lokasi ini
sebagai latar tempatnya. Namun, tempat itu turut menarik perhatianku. Hatiku
terenyuh ketika aku membaca kisah-kisah yang terjadi di kamar apartemen Tatsuya
yang berada di Tokyo. Seakan aku adalah Tara yang masuk ke dalam kamar
apartemen dengan penuh kerinduan dan merasakan kehadiran Tatsuya di kamar itu.
Kamar apartement Tatsuya
benar-benar menggambarkan siapa Tatsuya. Di kamar itu, terdapat banyak buku
arsitektur. Tentu saja buku arsitektur, bukankah Tatsuya bekerja pada sebuah
proyek? Di kamar itu juga terdapat tulisan tangan Tatsuya yang menggunakan huruf
kanji. Tara juga menemukan jaket coklat yang sering digunakan Tatsuya saat di
Paris. Rasanya, setiap bagian di kamar itu adalah Tatsuya. Dan apapun yang Tara
lihat atau sentuh, selalu mengingatkan dia akan Tatsuya. Akupun merasakan hal
itu.
Kamar itu memberitahukan
banyak kenyataan yang Tara tidak pernah tahu. Salah satunya adalah tentang
kelima foto yang Tara tak pernah menyadari kapan Tatsuya memotretnya. Dan kisah
tentang beberapa email antara Tatsuya dan Bastien. Selama satu bulan Tatsuya
tidak pernah menghubungi Tara dan menanyakan kabarnya secara langsung. Tetapi
Tatsuya selalu menanyakan kabar Tara melalui email kepada Bastien. Seandainya
Tara tidak masuk ke kamar itu, mugkin Tara tidak akan pernah tahu kenyataan
yang terjadi selama satu bulan terakhir. Kenyataan bahwa Tatsuya masih
memperhatikan dia, walau dengan jarak yang jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar