JELAJAH

Minggu, 01 Februari 2015

JAKET KOYAK

Ada sebuah jaket.
Jaket itu milik Mira.

Sudah bertahun-tahun Mira mengenakannya. Bukan jaket biasa, tapi jaket kesayangan—penuh kenangan, penuh kehangatan. Dahulu, jaket ini pernah sobek. Tapi waktu itu, Mira dan Hita menjahitnya bersama. Luka itu sembuh, dan jaket bisa dipakai kembali.

Namun, suatu hari jaket itu kembali sobek—kali ini lebih parah. Bukan hanya di satu bagian, tapi di banyak sisi. Bahkan kainnya pun telah rapuh. Terlalu mudah terkoyak.

Mira mencoba menjahitnya kembali. Tapi entah kenapa, kali ini… tidak pernah berhasil. Benang tak mampu lagi menyatu dengan serat yang telah renta. Jaket itu terlalu lelah untuk bertahan.


Iru, sahabat Mira, berkata:

“Kamu harus benahi jaket itu, jahit kembali. Sayang sekali kalau harus dibuang. Itu jaket kesayanganmu. Jaket yang penuh kenangan. Kamu sudah lama memilikinya…”

Namun enam teman Mira lainnya—Ji, Ku, Hi, Bi, Ni, dan U—berkata:

“Buang saja.
Lepaskan.
Jaket itu sudah terlalu lama, terlalu rusak, tak layak dipakai.
Kalau sesuatu sudah tak bisa diperbaiki, untuk apa kamu memaksa menjahitnya kembali?
Tidak pakai jaket pun kamu tetap bisa berjalan.
Apa yang sebenarnya kamu takutkan?”


#1:6
Satu suara untuk bertahan.
Enam suara untuk melepaskan.


Ambang Akal, 1 Feb 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVIEW KAPAN JADIAN?

Judul                            : Kapan Jadian? Penulis                          : Almaidah Swan Jumlah Halaman           : 276 hlm N...