Buaian alam yang ku nikmati dan derau ombak yang ku dengar
Mengingatkanku akan masa silam
Aku berdiri di sini mendengarkan angin yang berbisik di
telingaku
Menyampaikan kisah-kisah yang tak pernah terlupakan
Masih kental dala ingatku
Awal kita berjumpa
Salam hangat yang kurasa saat kau memperkenalkan diri
Berjuta rasa bercampur dalam kisah kita
Masih Kental dalam ingatku
Saat Lusiver raja iblis berada diantara kita
Menghancurkan persahabatan yang kita jalin
Kala itu jiwaku menangis
Mengharap kedamaian berpihak pada kita
Masih kental dalam ingatku
Tegurmu yang ku dapat kala ku mulai menyimpang
Saat ku terpuruk dalam penjara jiwa yang kelam
kau selalu hadir membakar semangatku yang hampir padam
Masih kental dalam ingatku
Saat kita saling berbagi, saling memuji dan saling berkorban
Kau bagai diary hidup yang ku miliki
Pengorbanan yang pernah kau beri, kan selalu lekat dalam
ingatku
Dan kini…
Tiada yang bisa menggantikanmu dalam hidupku
Tiada yang bisa menjadi sahabatku seperti dirimu
Kita bukanlah banyak
Kita adalah satu tubuh yang saling melengkapi
Tiada yang bisa menghilangkanmu dari dari hati dan ingatku
Banyuwangi, 12 Januari 2011
By. A. Agustina
Dimuat pada Radar Banyuwangi, 5 Februari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar